Palu Perkusi: Lebih dari Hanya Tongkat

   Seni

Ketika saya mendengar istilah “drumstick,” saya memvisualisasikan dengan tepat bahwa-tongkat yang digunakan untuk memukul drum (kecuali, tentu saja, saya lapar, dalam hal ini saya pergi ke arah lain sama sekali). Sederhana, kan? Salah. Paha paha, atau lebih tepatnya, palu perkusi, adalah setiap benda yang digunakan untuk memukul drum atau instrumen perkusi lainnya untuk menghasilkan suara. Ini berarti bahwa kategori palu perkusi mencakup barang-barang seperti pengocok dan sikat serta paha drum yang ada di mana-mana. Tentu saja, sangat beruntung bagi kami bahwa begitu banyak jenis palu yang ada, karena mereka memungkinkan berbagai suara yang luar biasa yang dapat dihasilkan dari drum sederhana.

Drumstick dasar, yang biasanya berdiameter sekitar 0,5 inci dan panjang 16 inci, dapat dikenali oleh hampir semua orang. Meskipun mereka bervariasi panjang dan material, bentuknya biasanya cukup standar sehingga tidak ada keraguan tentang nama item. Semua stik drum dapat dibagi menjadi empat segmen dasar: ujung, yang digunakan untuk memukul drum; bahu, yang mengecil dari ujung ke poros; poros, yang dari diameter biasa berjalan dari bagian bawah bahu ke pantat; dan pantat, atau bagian bulat di bagian bawah tongkat. Produsen utama stik drum antara lain Vic Firth, Malletech, Vater, Regal Tip, Zildjian, Pro-Mark, dan Ahead.

Dalam kategori stik drum, ada subkategori khusus untuk yang digunakan dengan drum snare. Snare drumsticks biasanya terbuat dari kayu, sering hickory, oak atau maple keras, tetapi mereka juga bisa dari aluminium, fiberglass, nilon, akrilik, plastik atau serat karbon. Sementara ujung paha biasanya terbuat dari bahan yang sama seperti bahu, poros dan pantat, snare stik drum kadang-kadang memiliki ujung nilon, yang mencegah pemakaian cepat dan menghasilkan suara yang lebih cerah pada simbal. Perlu dicatat bahwa snare drumsticks dapat dirancang khusus untuk jenis pertunjukan tertentu. Yang dimaksudkan untuk bermain orkestra sering lebih kecil diameternya atau menyeimbangkan lebih jauh ke arah ujung, yang memungkinkan untuk kontrol halus dan dinamika lembut. Tapi snare stik drum yang dirancang untuk drum di marching band biasanya tebal dan berbobot agar dapat menciptakan suara sekeras mungkin.

Palu juga sejenis tongkat, tetapi terdiri dari kepala yang terhubung ke poros yang lebih tipis. Kepala dapat dibungkus atau dibukanya tergantung dari tujuan penggunaannya. Bangku yang tidak digunakan biasanya digunakan pada instrumen yang terbuat dari material yang lebih tahan lama, sedangkan palu yang dibungkus digunakan pada instrumen yang lebih lembut. Kepala dapat dibungkus dalam berbagai bahan, termasuk nilon, akrilik, dan benang. Tidak mengherankan, palu yang berbeda menghasilkan suara dan warna nada yang berbeda.

Akhirnya, kuas adalah satu set bulu yang berbentuk seperti kipas dan terhubung ke pegangan. Bulu-bulunya bisa berupa logam atau plastik, pegangan berbagai bahan termasuk kayu, aluminium dan karet. Sikat paling sering terlihat dalam pertunjukan musik jazz atau blues. Berkat konstruksinya, kuas menambah tekstur dan menciptakan suara yang tidak dapat dicapai dengan tongkat atau palu.